Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah
Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu
cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu
rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum [30] : 21).
Ciri-ciri keluarga skinah mawaddah wa rahmah itu antara lain:
1. Menurut hadis Nabi, pilar keluarga sakinah itu ada empat (idza aradallohu bi ahli baitin khoiran dst);
(a) memiliki kecenderungan kepada agama,
(b) yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda,
(c) sederhana dalam belanja,
(d) santun dalam bergaul dan
(e) selalu introspeksi.
Dalam hadis Nabi juga disebutkan bahwa: “ empat hal akan menjadi faktor
yang mendatangkan kebahagiaan keluarga (arba`un min sa`adat al mar’i),
yakni
(a) suami / isteri yang setia (saleh/salehah),
(b) anak-anak yang berbakti,
(c) lingkungan sosial yang sehat , dan
(d) dekat rizkinya.”
2. Hubungan antara suami isteri harus atas dasar saling membutuhkan,
seperti pakaian dan yang memakainya (hunna libasun lakum wa antum
libasun lahunna, Q/2:187). Fungsi pakaian ada tiga, yaitu
(a) menutup aurat,
(b) melindungi diri dari panas dingin, dan
(c) perhiasan.
Suami terhadap isteri dan sebaliknya harus menfungsikan diri dalam tiga
hal tersebut. Jika isteri mempunyai suatu kekurangan, suami tidak
menceriterakan kepada orang lain, begitu juga sebaliknya. Jika isteri
sakit, suami segera mencari obat atau membawa ke dokter, begitu juga
sebaliknya. Isteri harus selalu tampil membanggakan suami, suami juga
harus tampil membanggakan isteri, jangan terbalik jika saat keluar rumah
istri atau suami tampil menarik agar dilihat orang banyak. Sedangkan
giliran ada dirumah suami atau istri berpakaian seadanya, tidak menarik,
awut-awutan, sehingga pasangannya tidak menaruh simpati sedikitpun
padanya. Suami istri saling menjaga penampilan pada masing-masing
pasangannya.
3. Suami isteri dalam bergaul memperhatikan hal-hal yang secara sosial dianggap patut (ma`ruf)
4. Suami istri secara tulus menjalankan masing-masing kewajibannya
dengan didasari keyakinan bahwa menjalankan kewajiban itu merupakan
perintah Allah yang dalam menjalankannya harus tulus ikhlas. Suami
menjaga hak istri dan istri menjaga hak-hak suami. Dari sini muncul
saling menghargai, mempercayai, setia dan keduanya terjalin kerjasama
untuk mencapai kebaikan didunia ini sebanyak-banyaknya melalui ikatan
rumah tangga. Suami menunaikan kewajiabannya sebagai suami karema
mengharap ridha Allah. Dengan menjalankan kewajiban inilah suami
berharap agar amalnya menjadi berpahala disisi Allah. Sedangkan istri,
menunaikan kewajiban sebagai istri seperti melayani suami, mendidik
anak-anak, dan lain sebagainya juga berniat semata-mata karena Allah.
Kewajiban yang dilakukannya itu diyakini sebagai perinta Allah, tidak
memandang karena cintanya kepada suami semata, tetapi di balik itu dia
niat agar mendapatkan pahala di sisi Allah melalui pengorbanan dia
dengan menjalankan kewajibannya sebagai istri.
5.
Semua anggota keluarganya seperti anak-anaknya, istri dan suaminya
beriman dan bertaqwa kepada Allah dan rasul-Nya (shaleh-shalehah).
Artinya hukum-hukum Allah dan agama Allah terimplementasi dalam
pergaulan rumah tangganya.
6. Riskinya selalu bersih dari yang
diharamkan Allah. Penghasilan suami sebagai tonggak berdirinya keluarga
itu selalu menjaga rizki yang halal. Suami menjaga agar anak dan
istrinya tidak berpakaian, makan, bertempat tinggal, memakai kendaraan,
dan semua pemenuhan kebutuhan dari harta haram. Dia berjuang untuk
mendapatkan rizki halal saja.
7. Anggota keluarga selalu ridha
terhadap anugrah Allah yang diberikan kepada mereka. Jika diberi lebih
mereka bersyukur dan berbagi dengan fakir miskin. Jika kekurangan mereka
sabar dan terus berikhtiar. Mereka keluarga yang selalu berusaha untuk
memperbaiki semua aspek kehidupan mereka dengan wajib menuntut ilmu-ilmu
agama Allah.
***
Untuk mewujudkan keluarga
sakinah mawaddah wa rahmah perlu melalui proses yang panjang dan
pengorbanan yang besar, di antaranya:
1. Pilih pasangan yang shaleh atau shalehah yang taat menjalankan perintah Allah dan sunnah Rasulullah.
2. Pilihlah pasangan dengan mengutamakan keimanan dan ketaqwaannya dari pada kecantikannya, kekayaannya, kedudukannya.
3. Pilihlah pasangan keturunan keluarga yang terjaga kehormatan dan nasabnya.
4. Niatkan saat menikah untuk beribadah kepada Allah dan untuk menghidari hubungan yang dilarang Allah
5. Suami berusaha menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami dengan dorongan iman, cinta, dan ibadah.
6. Istri berusaha menjalankan kewajibannya sebagai istri dengan dorongan ibadah dan berharap ridha Allah semata.
7. Suami istri saling mengenali kekurangan dan kelebihan pasangannya,
saling menghargai, merasa saling membutuhkan dan melengkapi,
menghormati, mencintai, saling mempercai kesetiaan masing-masing, saling
keterbukaan dengan merajut komunikasi yang intens.
8. Berkomitmen menempuh perjalanan rumah tangga untuk selalu bersama dalam mengarungi badai dan gelombang kehidupan.
9. Suami mengajak anak dan istrinya untuk shalat berjamaah atau ibadah
bersama-sama, seperti suami mendidik anaknya agar gemar bersedekah,
mendidik istrinya agar lebih banyak bersukur, berzikir bersama-sama,
mengajak anak istri membaca al-qur’an, menuntut ilmu bersama, bertamasya
untuk melihat keagungan ciptaan Allah. Dan lain-lain.
10.Suami istri selalu memohon kepada Allah agar diberikan keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah.
11. Suami secara berkala mengajak istri dan anaknya melakukan
instropeksi diri untuk melakukan perbaikan dimasa yang akan datang.
Misalkan, suami istri, dan anak-anaknya saling meminta maaf pada anggota
keluarga agar keluarga menjadi harmonis, terbuka, plong, tanpa beban
kesalahan pada pasangannnya, dan untuk menjaga kesetiaan masing-masing
anggota keluarga.
12. Saat menghadapi musibah dan kesusahan,
selalu mengadakan musyawarah keluarga. Dan ketika terjadi perselisihan,
maka anggota keluarga cepat-cepat memohon perlindungan kepada Allah dari
keburukan nafsu amarahnya. Wallahu A’lam
Nah, bagi
pasangan yang baru menikah, selamat ya, semoga barokah Alloh untuk
kalian semua, dan keluarga kita menjadi keluarga sakinah mawaddah
warohmah. aamiin
diambil dari catatan Halalkan Aku Ayah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar