Jumat, 03 Februari 2012

Bismillahirrohmaanirrohiim .........

Aku tak tau
Apa yang kurasakan
Dalam hatiku saat pertama kali
Lihat dirimu, melihatmu
Seluruh tubuhku terpaku dan membisu
detak jantungku berdebar  tak menentu
sepertinya aku, tak ingin berlalu

lirik lagu ungu mengalur indah memenuhi bahasa tubuhku ketika kedua mata ini menatap teduh dirimu yang telah ada di hadapanku setelah lima tahun lamanya kita terpisah jarak dan waktu. Kini, atas ijinNYA kita menuai rindu yang selama ini belum terpetik secara langsung. Ini bukanlah pertemuan yang pertama kalinya dan senyumanmu tetap sama seperti lima tahun yang lalu.

“Apa kabar?”

tak kusambut uluran tanganmu, hanya seuntai senyum yang bisa kuberikan seraya menganggukkan kepala. Tak ada kerutan kecewa di wajahmu, mencoba mengerti prinsipku.  Jika kau tau, dadaku sesak melakukan ini. Ingin rasanya kurengkuh tanganmu , jatuh dalam pelukanmu tuk merasakan hangatnya detak jantungmu seraya berkata “Sungguh aku merindukanmu dan mencintaimu” namun tak kulakukan itu karena  ombak keimananku bergemuruh di lautan hatiku tak memberi kesempatan pada nafsu yang ingin berlayar bebas.

“Pertemuan ini anugerah, jawaban atas munajahmu. Jangan kau kotori dengan kesemuan belaka,”

bisik keimananku yang kini menyelimuti fikiranku untuk tetap ada pada prinsipku. Aku terlanjur meletakkan awal dalam file kehidupanku sejak lima tahun yang lalu dan sekarang aku bingung dari arah mana harus kutulis akhir untuk kisah yang kubuat sendiri.

Dalam karang persahabatan kita bertahan, namun  karang itu akan rapuh jua termakan oleh deburan ombak sikapmu yang terus mengikisku sedikit demi sedikit. Sebagian batu karang itu telah berlayar mengikuti arus ombakmu dan selebihnya bertahan menahan rasa yang membelenggu.

“Indahkan pertemuan ini, dulu kalian terpisah jarak yang jauh. Sekarang kalian telah berdekatan. Dekati dia, hanya dengan lima langkah kau bisa merasakan aroma cintanya,”

“Jangan, jangan kau lakukan itu. Ingat semua ini bukan sekedar untukmu !”

“Lalu untuk siapa?”

“Untuk DIA Sang Maha Pencipta. Karena DIA-lah yang mempertemukan kalian. Hanya dengan tidak menyentuhnya yang bisa kau persembahkan untuk DIA,”

“Lalu?”

“Untuk dia, jodoh yang ALLAH pilihkan buat kalian karena kenyataan belum mengetahui dengan siapa hati kalian bertepuk. Jika kau turuti nafsu, itu artinya dia yang ada di ujung sana juga sedang tak menjaga kesucian cinta”

Aku menunduk ketika menjadi wadah hitam putih yang sedang bergelut.

“Percaya padaku, aku mencintaiMU, ALLAH” bisikku

*_*

“Sudah saatnya aku pergi,”

Aku membisu tak berani mengeluarkan sepatah katapun. Tubuhku mematung melihat kereta yang akan mengantarmu ke kota impian. Perpisahan selama lima tahun hanya terbayar dengan hitungan jam yang menyatu dalam dua hari. ALLAH yang mengatur pertemuan ini, tanpa rencana. Dia mengirimmu untuk melakukan pelatihan di kotaku. Mungkin salah satu alasan penting ALLAH agar kita bisa bertemu meski sejenak.

“Kau ini kenapa? takut merinduku?” godamu, aku hanya mencibir.

“Mungkinkah kelak akan bertemu lagi?”

“Tak perlu risau soal itu biarkan tangan ALLAH yang bekerja”

Aku tersenyum kaupun tersenyum. Kedua mata kita beradu. Meski tak ada janji yang kau lukis namun kumampu melihat indahnya pelangi di matamu yang berucap “Aku ingin bertemu denganmu lagi”. Buliran air mata mulai mendanau, sengaja kutahan agar tak menerjun.

“Pergilah,”

Lisanku berucap ikhlas melepas kepergianmu untuk yang kedua kalinya namun hatiku menjerit
...........
ijinkan aku tuk selalu menantimu
untuk katakan kuingin dirimu
Agar kau tau betapa  kuterlalu mencintaimu
Aku akan menunggu hingga dirimu kembali untukku.......


*** NB : ahhh....jika turuti hawa nafsu, mungkin sudah kutunggu dirinya berharap dia menjadi kekasih halal meski tak pernah ada kepastian, namun aku berfikir ulang lagi...untuk apakah harus menunggu sebuah kepastian???? lebih baek memohon kepada ALLAH untuk kepastian haLaL dan ku yakin DIA akan mengirimkan seseorang untuk menjadi kekasih haLaL-ku.....aamiin ***

Disaat hati mulai berani melepas sesuatu yang semu,
maka yakinlah disaat itu pula ALLAH menyediakan seseorang yang siap tuk dihalalkan dengan kita ^_^'

diambil dari catatan Halalkan Aku Ayah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar